Kamis, 22 Maret 2012

Skenario Penghancuran KPK



Gonjang-ganjing penghancuran KPK kembali berhembus. Lembaga superbody tak urung berhenti tertimpah bencana. Angin ternado selalu bertiup kencang. Upaya penuntasan kasus-kasus korupsi besar tidak dikehendaki para perampok uang negara.
           Isu penghacuran KPK jilid III sudah lama berhembus. Oknum yang tidak menginginkan KPK Jilid III berhasil tidak pernah mati akal. Bila isu penghancuran dari luar KPK (baca: merevisi UU KPK) tidaklah mempan. Kini Abraham Samad yang telah menahkodai KPK kembali digoyang dari dalam (baca: Internal KPK).
Gaya kepemimpinan sosok Abraham Samad menuai protes. Sikap inilah yang kemudian semakin meruncing menjadi isu keretakan para pimpinan KPK. Runcingnya  permasalahan di internal KPK berawal dari penentuan status tersangka kasus korupsi besar. Sempat terjadi aksi pukul meja kala pimpinan KPK yang bersifat kolektif kolegial akan meningkatkan status Angelina Sondakh menjadi tersangka. Busyro Muqoddas tidak sepakat atas keputusan Abraham Samad yang dianggap terlalu cepat. Apalagi pada saat Abraham Samad mengumumkan Angelina Sondakh menjadi tersangka baru kasus suap Wisma Atlet tanpa melalui proses ekspos penetapan tersangka terlebih dahulu.
         Hal yang serupa juga terjadi pada saat penentuan Miranda S Goeltom menjadi tersangka suap cek pelawat Pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. Sekali lagi salah satu pimpinan KPK tidak sepakat atas penetapannya (baca:Miranda S Goeltom). Penetapan tersangka baru kasus suap cek pelawat pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia terlalu terburu-buru.
“Penghilangan” Abraham Samad
            Senin (12/3/2012), puluhan penyidik KPK mendatangi ruang kerja ketua KPK. Mereka memprotes sikap kepemimpinan Abraham Samad (baca:ketua KPK) yang arogan dalam memimpin lembaga KPK. Penyidik KPK merasa gerah atas tindakan Abraham Samad yang memulangkan rekan-rekan mereka.
            Aksi protes penyidik KPK semakin memperlihatkan eksistensi perpecahan di internal lembaga pemberantasan korupsi ini. Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie M Massardi mengatakan mencuatnya gejolak di tubuh KPK membawa berkah. Sekarag kita jadi tahu bahwa pertikaian di antara pimpinan KPK benar-benar ada, bukan sekedar isu. Saya yakin Abraham Samad yang ingin memberantas korupsi di lingkaran kekuasaan mendapatkan rintangan serius dari orang-orang KPK lama.
            Abraham Samad beserta pimpinan KPK langsung mengadakan konfrensi pers di kantor KPK, kamis 15 Maret 2012. Mereka (baca: pimpinan KPK) membatah soal aksi protes yang dilakukan penyidik KPK. Penyidik KPK hanya mempertanyakan soal pemulangan rekan-rekan mereka. Atas tindakan tersebut Abraham Samad melihat adanya skenario untuk menghilangkan dirinya di KPK.           
            Sikap Abraham Samad, hemat penulis merupakan upaya bersih-bersih di internal KPK. Hal tersebut wajar karena KPK jilid III haruslah lebih kencang dalam menuntaskan kasus-kasus korupsi dibandingkan dengan KPK sebelumnya. Beberapa penyidik yang dipulangkan ke Mabes Polri dan Kejaksaan, tentunya Abraham Samad memiliki alasan. Salah satu  alasan pemulangan penyidik KPK karena adanya indikasi kedekatan dengan tersangka kasus korupsi yang sementara ditangani.
            UU Nomor 30 Tahun 2002 juga mengatur tentang kewenangan KPK untuk merekrut dan memberhentikan penyidik KPK. Sehingga pemulangan penyidik KPK (Hendy Kurniawan, Moch Irwan Susanto, Rosmaida, Afief Y Miftah, serta seorang jaksa Dwi Aries Sudarto) tidaklah bertentangan dengan undang-undang.
            Pemulangan penyidik KPK pernah terjadi sebelumnya. Mungkin masih ada yang ingat kisah cinta Angelina Sondakh dengan penyidik KPK Komisaris Besar Raden Brotoseno. Dimana hubungan kedekatan mereka ditakutkan akan terjadi konflik kepentingan nantinya. Sama halnya dengan beberapa orang penyidik KPK yang tiba-tiba ditarik ke Mabes Polri karena tercium aroma kedekatan dengan tersangka Nunun Nurbaeti.
            Upaya bersih-bersih Abraham samad  haruslah kita dukung. Sikap tersebut bukan suatu sikap arogansi sebagai seorang ketua KPK. Isu perpecahan di internal KPK jangan semakin diperkeruh. Skenario penghancuran KPK baik dari luar maupun dari tubuh KPK, merupakan upaya menghilangkan Abraham Samad. Sosok yang sampai sekarang memiliki niatan baik untuk memberantas korupsi. Tentunya penulis dan seluruh rakyat Indonesia sepakat kalau untuk membersihkan lantai kotor, maka harus menggunakan sapu yang bersih. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar